Mohamed Bin Hammam. (Getty Images)

Pemimpin AFC itu merupakan satu-satunya penantang presiden FIFA saat ini, Sepp Blatter, yang mengajukan diri kembali menjadi presiden FIFA untuk empat tahun ke depan. Namun, sebelum menghadapi komite etis FIFA, Minggu (29/5) karena adanya tuduhan suap, ia mengambil keputusan untuk menghapus namanya dari pertimbangan menjadi presiden badan sepak bola dunia itu.
Bin Hammam, selain Blatter dan presiden Concacaf, Jack Warner, akan diinvestigasi oleh komite atas dugaan korupsi yang terus menyorot FIFA sehubungan dengan proses tender Piala Dunia 2018 dan 2022. Akibat pengunduran dirinya, Blatter sekarang tampak akan kembali dilantik untuk satu masa jabatan lagi untuk posisi yang diembannya sejak meneruskan Joao Havelange pada 1998.
"Saya membuat keputusan untuk ikut serta dalam pemilihan presiden FIFA karena saya masih berkomitmen untuk memimpin FIFA," ujar Bin Hammam seperti dilansir Goal.com. "Namun, kejadian akhir-akhir ini membuat saya sakit dan kecewa sebagai seorang profesional dan sebagai pribadi," lanjutnya.
Mengenai penarikan dirinya dari calon presiden FIFA, pemimpin AFC itu mengatakan, "Saya yakin ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu degradasi dari reputasi FIFA. Ini bukan apa yang saya pikirkan untuk FIFA dan ini tidak bisa diterima. Saya tidak bisa membiarkan nama-nama yang saya cintai terseret lebih dalam pada lumpur karena persaingan antara dua individu. Permainan itu sendiri dan orang-orang yang mencintai sepak bola di seluruh dunia harus diutamakan."
"Saya berdoa penarikan diri saya tidak akan dikaitkan dengan penyelidikan yang dilakukan Komite Etis FIFA karena saya akan muncul sebelum Komite Etis demi membersihkan nama saya dari tuduhan tak beralasan yang dibuat terhadap saya," tambah Bin Hammam.
Kepada semua orang yang mendukungnya di FIFA, pria asal Qatar itu mengatakan dirinya akan tetap memperjuangkan permainan sepak bola yang baik. Bin Hammam pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan padanya dan ia berharap tak ada yang kecewa dengan keputusannya.
"Saya berjanji kepada siapa yang mendukung saya bahwa saya akan berjalan dengan kepala tegak dan akan terus berjuang demi kebaikan permainan. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua anggota asosiasi dan individu yang mendukung saya. Saya harap mereka tidak akan menerima keputusan saya dengan rasa kekecewaan dan frustrasi," ungkap Bin Hammam.
"Saya berterima kasih khusus pada teman dan kolega saya, Jack Warner, atas dukungannya yang tak terbatas itu. Saya menyesal melihat ia harus kesulitan karena saya. Namun, saya berjanji padanya bahwa saya akan bersamanya sepanjang jalan," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar