Penulis : A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy
Petersen
Sumber :
100 Peristiwa Penting dalam
Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. (terjemahan dari buku berbahasa Inggris: "100 Most
Important Events in Church History")
Gereja
berasal dari bahasa Portugis, yaitu igreya
yang merupakan terjemahan dari bahasa Yunani kyriake yang berarti “yang menjadi milik Tuhan”. Istilah “gereja”
juga berasal dari bahasa Yunani yaitu ekklesia
yang berarti perkumpulan orang-orang yang terpanggil. Pengertian gereja itu
sendiri adalah persekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari
kegelapan menuju terang Allah yang ajaib untuk menjadi umat Allah yang kudus (I
Petrus 2:9-10).
Dalam buku “100 Peristiwa
Penting dalam Sejarah Kristen”, dijelaskan bahwa sejarah gereja mula-mula dimulai
sejak pelayanan Rasul Petrus. Pada periode ini, gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun para jemaat gereja tetap bertumbuh
dan mulai menulis tulisan-tulisan Kristen yang pertama dan ajaran-ajaran yang bertentangan
mulai diatasi. Sejak pertobatan Kaisar Konstantinus I, gereja berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi. Dalam periode
ini, Kepausan mulai berkembang, penganiayaan orang-orang Kristen berkurang,
agama dan politik mulai bercampur jadi satu, dan Alkitab bahasa Latin yang
memuat Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru dikanonisasi, Kristen juga dijadikan
sebagai agama resmi Romawi hingga dimulainya abad pertengahan, yaitu kira-kira tahun 313 hingga 476. Selanjutnya
gereja berada pada abad pertengahan, periode ini dimulai sejak berakhirnya
kekuasaan Kaisar Romawi Barat, kira-kira tahun 476 hingga hari Natal tahun 800. Pada periode ini, gereja terutama Kepausan mengalami kemunduran moral,
para Paus dipaksa untuk terlibat lebih dalam lagi dalam politik. Meskipun
kebanyakan orang Kristen pada periode ini bermukim di Asia Minor, namun penyebaran Injil terus
dilakukan ke berbagai pelosok Eropa yang akan mempengaruhi sejarah abad pertengahan. Pada
tahun 800 – 1500, gereja berada pada awal
mula Eropa, periode ini dimulai sejak penahbisan Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat
hingga kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur dan Reformasi Protestan.
Misionaris-misionaris mulai dikirim ke Eropa Timur dan Rusia, biarawan-biarawan
mulai membuat perubahan dari dasar, juga terjadinya Perang Salib dengan bangsa Asia. Namun, universitas mulai dibuka sehingga tidak hanya
para rahib namun rakyat biasa juga dapat membaca dan menulis, selain itu juga terjadi
perpisahan antara gereja Katolik Barat di Eropa Barat dan gereja Ortodoks Timur di Asia Kecil. Pada tahun 1517 hingga 1600, terjadilah
reformasi Protestan di Eropa, periode ini diwarnai oleh tokoh-tokoh yang
membawa pembaruan dalam gereja Katolik Roma, seperti: Martin Luther, Yohanes Calvin, dan John Knox, yang pada akhirnya mengakhiri dominasi para uskup dan biarawan dalam
mempelajari Alkitab. Sejak abad ke-17, penjelajah-penjelajah dari Eropa
menjelajahi seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan membawa iman mereka ke
seluruh dunia. Terkadang penduduk asli yang mereka datangi dipaksa menerima
iman mereka di bawah ancaman senapan, namun mayoritas pertobatan yang terjadi
di luar Eropa adalah berkat jasa-jasa para misionaris tak bernama baik Kristen
maupun Katolik yang tinggal dan mengajar masyarakat setempat. Namun, semakin
bertambahnya zaman, jumlah pengikut Tuhan semakin bertambah dan gereja semakin
diberkati hingga sekarang.
Secara umum, ada empat sifat gereja, yaitu: Gereja yang Kudus, Esa, Am,
dan Rasuli. Gereja adalah Kudus, memiliki pengertian bahwa gereja sebagai
tempat persekutuan orang-orang yang telah dikuduskan (I Korintus 1:2, I Petrus
2:9), namun gereja menjadi kudus bukanlah karena perbuatan baik, tetapi karena
anugerah dari Allah yang diberikan secara cuma-cuma melalui darahNya yang
kudus. Gereja adalah Esa, mengungkapkan kesatuan gereja Tuhan karena iman
kepada Yesus Kristus sebagai kepala gereja dan gereja Tuhan adalah tubuh
Kristus (I Korintus 12:27, Efesus 4:3-6). Gereja adalah Am, kata “am” berasal
dari kata katholikos yang artinya
umum dan universal. Sifat gereja yang am menunjukkan tugas dan panggilan gereja
untuk memberitakan Injil keselamatan kepada seluruh bangsa, tanpa diskriminasi
apapun (Matius 28:19-20). Gereja adalah Rasuli, memiliki arti bahwa gereja
bertindak dilandasi dengan ajaran para rasul dan cara meresponi panggilan Allah
untuk memberitakan Kerajaan Allah seperti yang telah dilakukan oleh para rasul
terlebih dahulu.
Gereja Tuhan diutus ke dalam dunia untuk melakukan tugas-tugas dan
panggilannya, yaitu gereja dipanggil untuk membangun suatu ibadah dan mezbah
penyembahan kepada Tuhan, untuk memiliki persekutuan dan penyembahan pribadi kepada
Tuhan yang diselaraskan dengan persekutuan kita terhadap sesama, untuk pergi
memberitakan Injil Kerajaan Allah bagi seluruh bangsa, sebagai sarana pelayanan
bagi sesama, dan gereja hendaknya memberikan pendidikan dan pengajaran bagi
jemaat, sehingga umat Tuhan semakin bertumbuh dalam iman untuk menjadi semakin
serupa dengan Kristus. Dalam melaksanakan tugas dan panggilannya, gereja
senantiasa melihat misinya, yaitu bersekutu (koinonia), bersaksi (marturia),
dan melayani (diakonia).
Gereja lebih dari sekedar organisasi. Gereja sebagai organisasi yang
hidup karena Yesus Kristus sendirilah yang menjadi kepala gereja dan memberikan
kehidupan bagi gerejaNya (Efesus 1:22-23). Oleh karena itu, gereja seharusnya
merupakan organisme yang hidup dan memiliki struktur. Secara umum, struktur
organisasi gereja dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu episkopal (uskup),
presbiteral (penatua), dan kongregasional (independen).
Begitu juga dengan perbedaan-perbedaan aliran dan denominasi dalam gereja
Tuhan haruslah dipahami sebagai bagian dalam karya Allah yang bertujuan untuk
menjangkau dunia yang bersifat majemuk, luas, dan beranekaragam. Denominasi dan
tata ibadah boleh berbeda, tetapi gereja Tuhan adalah satu karena iman di dalam
Yesus Kristus, karena itu kesatuan gereja Tuhan dimaksudkan sebagai keterbukaan
setiap orang percaya untuk saling melayani satu dengan yang lain, dengan tujuan
gereja menjadi saksi di tengah-tengah dunia, sehingga dunia menjadi percaya
bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.
Salah satu kerinduan Tuhan agar gereja Tuhan menjadi satu diungkapkanNya
dalam Yohanes 17:20-21, “Dan bukan untuk mereka saja Aku berdoa, tetapi juga
untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka
menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam
Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah
yang telah mengutus Aku.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar