Kamis, 07 April 2011

Cara Yesus Menjala Pengikutnya



            Yesus adalah seorang fenomena. Ia orang paling berpengaruh di dunia. Sulit rasanya untuk membandingkan dirinya dengan tokoh hebat lain yang pernah dicetak sejarah. Kita sebagai umat kristiani percaya bahwa ialah Allah. Tapi, apa yang membuat kita percaya? Ia datang sebagai manusia yang lemah, miskin dan tidak berdaya. Tapi mindset yang ia punya nomor satu di dunia. Kita harus menelaahnya secara baik, agar kita dapat membuktikannya sebagai Allah yang sejati.
Sebagai Allah, Yesus adalah satu2nya manusia yang bisa memilih tanggal dan tempat kelahirannya, atau cara ia datang ke dunia. Dan ini mungkin daftar pilihannya         :
1.      1. Turun dari Langit dengan kemewahan surgawi
2.     2 .  Lahir dari perut seorang Ratu.
3.      3.Lahir dari perut seorang remaja labil,dan di kandang domba dengan segala keterbatasan.
Jika kita lihat sekilas, mungkin pilihan ke-3 adalah sebuah “bad idea” atau pilihan buruk. Mungkin jika kita menjadi Yesus, kita pilih no 1 atau 2. Karena kita melihat dari value sekilasnya masing-masing. Tapi itulah Yesus, raja dari segala raja. Mari kita telaah satu persatu. Bayangkan jika Mesias turun dari langit dengan berpakaian putih bercahaya, muka bercahaya, rambut bercahaya, suara menggelegar seperti petir, dan lain-lain. Jika saya lahir di masa itu, jujur saya akan merasakan ketakutan yang luar biasa , dan alih-alih merasa bahagia, malah akan berpikir bahwa hari itu kiamat atau sebagainya, segala kekhawatiran luar biasa akan timbul. Dan saya mungkin akan menutup muka saya, gemetar, dan lain sebagainya. Yesus tidak ingin membuat manusia takut akan dia lalu percaya, tapi mengasihinya lalu percaya.


Yang kedua, bagaimana kalau ia lahir dari perut seorang ratu romawi, dengan wajah tampan rupawan, segala kemewahan seperti layaknya seorang pangeran. Mungkin saya akan minder bila berada di dekatnya, bahkan menghindar. Kemana-mana ia akan dikawal penjaga, sehingga orang tak akan berani menyentuhnya. Ia hidup di kalangan kerajaan, bukan rakyat jelata, sehingga hanya segelintir orang yang bisa mendengar suaranya. Ia tidak akan menyentuh orang buta, cacat.
Dan terbukti pilihan ke-3 menjadi yang paling tepat. Ya, Yesus lebih memilih berjalan-jalan di dunia dengan pakaian sederhana dan apa adanya, tanpa tujuan, tanpa arah. Ia lebih mengarahkan langkah kakinya menurut perkataan Roh Kudus. Itu yang membuat orang-orang di dekatnya nyaman, bahkan mau mencurahkan isi hati mereka, segala rahasia mereka, karena Ia sama dengan mereka, berjalan dengan cara yang sama, pakaian yang sama sederhana, dan yang terpenting Yesus itu “apa adanya” dan “ada apanya”. Itu juga yang membuat orang rela berdesakan untuk sekedar mendengar perkataannya. Inilah pilihan yang sangat tepat. Ia menempatkan posisinya di tempat paling menderita, miskin, tak berdaya, sehingga orang miskin dan menderita akan berkata ”penderitaanku tidak separah Yesus” sehingga para pengikutnya yang menderita akan merasa bahagia, bersyukur dan berjuang serta masih memiliki pengharapan akan Yesus. Karena ia menderita, ia bisa memberikan solusi pada orang yang menderita, dan karena itu mereka percaya.
Terbukti dengan senjatanya yaitu kerendahan hati, dan kesederhanaan Yesus bisa menarik setiap kalangan untuk mendengar perkataannya.   


Pilihan yang hampir sama terlihat di tawaran iblis di padang gurun. Ini dia:
1.      Mengubah batu menjadi Roti
2.      Menawarkan segala kerajaan di Dunia
3.      Mencobai Allah
Bagaimana bila Yesus memilih tiga pilihan ini. Bukankah ia bisa memenangkan orang banyak dengan membuat roti setiap diminta dan kemudian mengendalikan kerajaan dunia, sementara tetap melindungi dirinya dalam bahaya, tanpa mati di kayu salib. Dengan menguasai kebebasan manusia, Yesus membuat dirinya mudah ditolak. Yesus tidak memerintahkan manusia untuk mengikutinya,  namun Yesus memberi pilihan. Sehingga pengikutnya tidak mengikut dia karena itu harus, namun karena kesediaan. Coba bayangkan jika ia melakukan hal itu pada masa hidupnya selama 33 tahun. Yesus mungkin tidak akan berbeda dari Julius Cesar, yang terkenal pada masanya, tapi sekarang tidak banyak yang mengetahuinya. Tapi Yesus, ia hanya punya 12 orang dan beberapa orang lain di masanya, tapi sekarang 2 miliar. Ya, Yesus tidak memilih cara instan namun dengan maksud rendah, tapi Yesus memilih cara yang berangsur-angsur dengan maksud melahirkan pengikutnya yang sejati. Kehendak tidak bisa diciptakan dari luar, namun harus bisa dari dalam. Manusia bisa mengendalikan manusia lain dengan cambuk, harta dan lain-lain, namun itu bukan panggilan diri, dan Tuhan mengerti itu. Ia membiarkan iman tumbuh bebas.


Sama seperti pertanyaan, kenapa Tuhan melahirkan Hitler, atau penjahat besar lainnya. Karena Tuhan tidak ingin langsung menghapuskan kejahatan, menghilangkannya dengan kebenaran. Tuhan lebih memilih melahirkan manusia baik , orang yang sungguh2 terpanggil untuk menyuarakan kebenaran. Tuhan lagi2 membiarkan iman tumbuh bebas, dan karena itu iman itu berkembang, sama seperti manusia yang berkembang.
Lalu, bagaimana ia memotivasi Petrus dan kawan2 untuk mengabarkan Injil mula2? Yesus adalah motivator terbaik di dunia. Ia menyembuhkan manusia hanya dengan motivasi. Jaman sekarang banyak orang berhasil menghipnotis alam bawah sadar, tapi Yesus berhasil menyentuh lebih dalam, bukan jampi2 atau hal mistis lain. Ia hanya berkata “bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah”, atau “Jadilah segala sesuatu menurut imanmu” dan orang itu sembuh. Dan ia memotivasi muridnya dengan sesuatu cara. Tidak lain tidak bukan adalah upah di sorga. Suatu hal yang hanya bisa ditawarkan oleh pemilik surga, bukan manusia biasa. Yesus tidak pernah mengiming-imingi pengikutnya dengan harta duniawi, tapi ia selalu berbicara tentang sorga, tentang kehidupan di alam baka yang tenang dan damai, dan Ia menyediakan tempat untuk mereka. Kebaikan tidak bisa di dorong dari luar tapi harus dari dalam. Iblis memiliki kuasa untuk mengintimidasi, membuat takjub, untuk memaksa kepatuhan, dan menghancurkan. Namun Allah mampu membuat iman tumbuh dengan bebas bukan percaya karena mukjizat. Allah menyentuh dari dalam, Iblis dari luar. Yesus dengan jelas memberikan pilihan, ikut dia, menderita akan dia, dan bahagia di sorga, atau sebaliknya, dan berakhir dengan kertak gigi. Dan inilah kuncinya, orang yang memilih pilihan pertama akan memperjuangkannya karena mereka bersaing dengan orang yang memilih pilihan kedua, serta sebaliknya dan karena itu iman tumbuh. Yesus tidak mengiming2ngi Petrus dkk(yang memilih pilihan pertama) akan hal duniawi, tapi mengiming2ngi akan penderitaan, karena Yesus tahu, orang yang memilih pilihan kedua saat itu yang mendominasi total. Bagaimana mungkin Petrus akan bahagia, jelas2 ia membawa kepercayaan baru yang menentang kepercayaan yang lama. Yesus menawarkan realita yang sesungguhnya, dan anehnya Petrus percaya. Yesus mengerti itu, karena itu ia harus lebih dulu menderita, sehingga pengikutnya melakukannya, karena pemimpinnya melakukannya. Dan cara Petrus, Paulus, dll dalam mengajarkan injil adalah kuncinya. Mereka bukan hanya memberitahukan apa yang diajarkan Yesus tapi melakukannya seumur hidupnya. Memang apa yang diajarkan Yesus, sehingga Kristen bisa mendominasi sekarang? Apa yang dipakai muridnya untuk mengabarkan Injil?
Memang banyak, mulai dari kemampuan Roh Kudus, dll. Tapi yang paling menonjol adalah “mukjizat teraniaya”. Yesus selalu mengajarkan memberikan pipi kananmu ketika pipi kirimu ditampar, mengasihi orang yang menganiaya kamu, dan berbahagialah karena teraniaya.
 Inilah yang dipakai Petrus, Paulus, dll. Dengan menyerahkan dirinya sebagai sasaran, itu membuat para penindas takut, dan berpikir, wow, apa yang membuat orang ini mau mengorbankan nyawanya? Petrus dll mampu menebus kebebalan moral para penindas (yang saat itu kekaisaran romawi),  dan menusuk hati mereka bukan secara fisik, mereka membuat para penindas malu dan memanggil rasa hormat dalam dirinya, dan akhirnya kekaisaran Romawi luluh lantak dengan “mukjizat teraniaya” dan menjadikan Kristen sebagai agama wajib.
Inilah cara Martin Luther King Jr. membebaskan bangsa Negro di Amerika. Ia berkata” untuk menjadi orang Kristen harus memikul salibnya, sampai meninggalkan bekas, dan membawa ke jalan yang lebih indah, yang hanya didapat melalui penderitaan. Ketika orang lain menyerukan pembalasan, ia menyerukan kasih. Itu terbukti pada puncaknya, ketika kerusuhan di Alabama, saat polisi menghabisi dengan liar para demonstran kulit hitam yang tidak bersenjata dan tidak melawan, dan itulah yang menyebabkan publik Amerika, yang ngeri melihat ketidak-adilan yang begitu kejam, akhirnya setuju untuk mengeluarkan undang-undang hak asasi. Dengan teraniaya, itu memanggil sifat alamiah manusia, sesuatu yang mengurangi kebencian, dan menimbulkan kehormatan bahkan kasih.
Itu yang membuat perang vietnam terselesaikan, ketika publik Amerika melihat kekejaman para Tentaranya, akhirnya mereka berdemo untuk menghentikan perang itu. Ketika para teraniaya berhasil membangunkan rasa malu para penindas. Inilah yang berkembang sampai sekarang, ketika salah satu ormas keagamaan di negara kita menindas kelompok agama lain, itu bukan menumpas kelompok agama itu, tapi malah membangkitkan ratusan, ribuan, malah jutaan pendukung. Inilah sesungguhnya “mukjizat teraniaya”.
Lebih dari 2 milyar orang dibaptis dalam nama bapa, putra dan roh kudus. Ketika pengajaran Kristus dipakai dalam pemerintahan, yaitu Demokrasi, yang berakar pada pengajaran Kristus, bahkan dipakai di Indonesia yang notabenenya negara muslim terbesar di dunia. Ketika orang Kristen tak teraniaya(walaupun masih ada) karena kita sudah puas teraniaya, sama seperti Yesus yang puas teraniaya.
  














Never say Never

FFilm Justin Bieber never say never - Bila anda merupakan salah satu fans berat Justin Bieber pasti tidak akan pernah melewatkan Film Justin Bieber Never say never. , Namun sayang sekali karena kendala perfilman di Indonesia, utamanya masalah pajak, film ini tidak menyentuh Indonesia. Paramount Pictures dan firma RealD 3D telah menjual habis tiket spesial ke beberapa basis penggemar idola remaja untuk screening film Justin Bieber: Never Say Never di 300 bioskop seluruh Amerika Serikat, Rabu malam waktu setempat.Penggemar fanatik Justin Bieber tidak perlu menunggu lama sampai film Never Say Never 3D dirilis esoknya.

Lebih dari 60 ribu tiket sudah habis dipesan sejak beberapa pekan lalu dengan harga jual Rp270 ribu, yang artinya telah terkumpul pemasukan Rp178,8 miliar. Hanya Rp89,3 miliar saja yang akan dilaporkan sebagai pendapatan box office. Sisanya, akan dilaporkan dalam bentuk cinderamata, seperti kacamata 3D ungu edisi spesial.
Film Justin Bieber ini dibuat lantaran Film merupakan media yang sangat tepat untuk mempengaruhi seseorang. Pesan yang disampaikan akan mudah diterima oleh penontonnya. Oleh karena itulah Justin Bieber yakin bahwa film perdananya nanti akan memberikan inspirasi.

Dalam film biopic dirinya yang berjudul Never Say Never itu Justin Bieber mengatakan bahwa filmnya akan membantu kaum muda menyadari bahwa 'langit punya batas' dan bahwa mereka dapat mencapai tujuannya jika mereka bekerja keras.

"Saya ingin orang tahu ada banyak orang yang mengecilkan hati dalam kehidupan dan mengatakan bahwa Anda tidak bisa melakukan sesuatu. Tapi Anda harus ingat bahwa 'langit punya batas'," katanya kepada MTV.

"Anda dapat melakukan sesuatu apapun yang Anda inginkan selama Anda ingat Tuhan dan tetap membumi. Jadi saya rasa film ini akan sangat menjelaskan dan sangat menginspirasi," ujarnya seperti dilansir DigitalSpy.

Membahas film yang akan menghadirkan Miley Cyrus sebagai cameo, sutradara Jon Chu menambahkan, "Ini benar-benar suatu yang menarik antara kehidupan nyata dengan musiknya, jadi saya rasa dalam trailer kami menghentikan setiap langkah dalam hidupnya dan setiap orang mengatakan, 'Ini tidak mungkin'."

Setiap langkah orang selalu berkata, 'Tidak, tidak, tidak.' Namun dia (Justin Bieber) selalu berkata, 'Ya, ya, ya.' Itulah ide yang dituangkan dalam trailer Never Say Never. Never Say Never merupakan film biopic Justin Bieber yang akan menampilkan beberapa konsernya di tahun 2010. Film ini sudah dirilis pada Februari 2011 di Amerika Serikat. Baca juga Foto Justin Bieber Berciuman

Dan berikut ini adalah Trailer Film Justin Bieber Never say never itu:

Sabtu, 02 April 2011

Asal Usul Gereja














Penulis             : A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy
Petersen


Sumber            :
100 Peristiwa Penting dalam
Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. (terjemahan dari      buku berbahasa Inggris: "100 Most
Important Events in Church History
")
           
Gereja
berasal dari bahasa Portugis, yaitu igreya
yang merupakan terjemahan dari bahasa Yunani kyriake yang berarti “yang menjadi milik Tuhan”. Istilah “gereja”
juga berasal dari bahasa Yunani yaitu ekklesia
yang berarti perkumpulan orang-orang yang terpanggil. Pengertian gereja itu
sendiri adalah persekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari
kegelapan menuju terang Allah yang ajaib untuk menjadi umat Allah yang kudus (I
Petrus 2:9-10).


Dalam buku “100 Peristiwa
Penting dalam Sejarah Kristen”, dijelaskan bahwa sejarah gereja mula-mula dimulai
sejak pelayanan
Rasul Petrus. Pada periode ini, gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun para jemaat gereja tetap bertumbuh
dan mulai menulis tulisan-tulisan Kristen yang pertama dan ajaran-ajaran yang bertentangan
mulai diatasi. Sejak pertobatan Kaisar
Konstantinus I, gereja berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi. Dalam periode
ini, Kepausan mulai berkembang, penganiayaan orang-orang Kristen berkurang,
agama dan politik mulai bercampur jadi satu, dan Alkitab bahasa Latin yang
memuat
Perjanjian
Lama
dan Perjanjian Baru dikanonisasi, Kristen juga dijadikan
sebagai agama resmi
Romawi hingga dimulainya abad pertengahan, yaitu kira-kira tahun 313 hingga 476. Selanjutnya
gereja berada pada abad pertengahan, periode ini dimulai sejak berakhirnya
kekuasaan Kaisar Romawi Barat, kira-kira tahun
476 hingga hari Natal tahun 800. Pada periode ini, gereja terutama Kepausan mengalami kemunduran moral,
para Paus dipaksa untuk terlibat lebih dalam lagi dalam politik. Meskipun
kebanyakan orang Kristen pada periode ini bermukim di
Asia Minor, namun penyebaran Injil terus
dilakukan ke berbagai pelosok Eropa yang akan mempengaruhi sejarah abad pertengahan. Pada
tahun 800 – 1500, g
ereja berada pada awal
mula Eropa
, periode ini dimulai sejak penahbisan
Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat
hingga kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur dan Reformasi Protestan.
Misionaris-misionaris mulai dikirim ke Eropa Timur dan Rusia, biarawan-biarawan
mulai membuat perubahan dari dasar, juga terjadinya
Perang Salib dengan bangsa Asia. Namun, universitas mulai dibuka sehingga tidak hanya
para rahib namun rakyat biasa juga dapat membaca dan menulis, selain itu juga terjadi
perpisahan antara gereja Katolik Barat di
Eropa Barat dan gereja Ortodoks Timur di Asia Kecil. Pada tahun 1517 hingga 1600, terjadilah
reformasi Protestan di Eropa, periode ini diwarnai oleh tokoh-tokoh yang
membawa pembaruan dalam gereja Katolik Roma, seperti:
Martin Luther, Yohanes Calvin, dan John Knox, yang pada akhirnya mengakhiri dominasi para uskup dan biarawan dalam
mempelajari Alkitab. Sejak abad ke-17, penjelajah-penjelajah dari Eropa
menjelajahi seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan membawa iman mereka ke
seluruh dunia. Terkadang penduduk asli yang mereka datangi dipaksa menerima
iman mereka di bawah ancaman senapan, namun mayoritas pertobatan yang terjadi
di luar Eropa adalah berkat jasa-jasa para misionaris tak bernama baik Kristen
maupun Katolik yang tinggal dan mengajar masyarakat setempat. Namun, semakin
bertambahnya zaman, jumlah pengikut Tuhan semakin bertambah dan gereja semakin
diberkati hingga sekarang.


 


Secara umum, ada empat sifat gereja, yaitu: Gereja yang Kudus, Esa, Am,
dan Rasuli. Gereja adalah Kudus, memiliki pengertian bahwa gereja sebagai
tempat persekutuan orang-orang yang telah dikuduskan (I Korintus 1:2, I Petrus
2:9), namun gereja menjadi kudus bukanlah karena perbuatan baik, tetapi karena
anugerah dari Allah yang diberikan secara cuma-cuma melalui darahNya yang
kudus. Gereja adalah Esa, mengungkapkan kesatuan gereja Tuhan karena iman
kepada Yesus Kristus sebagai kepala gereja dan gereja Tuhan adalah tubuh
Kristus (I Korintus 12:27, Efesus 4:3-6). Gereja adalah Am, kata “am” berasal
dari kata katholikos yang artinya
umum dan universal. Sifat gereja yang am menunjukkan tugas dan panggilan gereja
untuk memberitakan Injil keselamatan kepada seluruh bangsa, tanpa diskriminasi
apapun (Matius 28:19-20). Gereja adalah Rasuli, memiliki arti bahwa gereja
bertindak dilandasi dengan ajaran para rasul dan cara meresponi panggilan Allah
untuk memberitakan Kerajaan Allah seperti yang telah dilakukan oleh para rasul
terlebih dahulu.


 


Gereja Tuhan diutus ke dalam dunia untuk melakukan tugas-tugas dan
panggilannya, yaitu gereja dipanggil untuk membangun suatu ibadah dan mezbah
penyembahan kepada Tuhan, untuk memiliki persekutuan dan penyembahan pribadi kepada
Tuhan yang diselaraskan dengan persekutuan kita terhadap sesama, untuk pergi
memberitakan Injil Kerajaan Allah bagi seluruh bangsa, sebagai sarana pelayanan
bagi sesama, dan gereja hendaknya memberikan pendidikan dan pengajaran bagi
jemaat, sehingga umat Tuhan semakin bertumbuh dalam iman untuk menjadi semakin
serupa dengan Kristus. Dalam melaksanakan tugas dan panggilannya, gereja
senantiasa melihat misinya, yaitu bersekutu (koinonia), bersaksi (marturia),
dan melayani (diakonia).


 


Gereja lebih dari sekedar organisasi. Gereja sebagai organisasi yang
hidup karena Yesus Kristus sendirilah yang menjadi kepala gereja dan memberikan
kehidupan bagi gerejaNya (Efesus 1:22-23). Oleh karena itu, gereja seharusnya
merupakan organisme yang hidup dan memiliki struktur. Secara umum, struktur
organisasi gereja dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu episkopal (uskup),
presbiteral (penatua), dan kongregasional (independen).


Begitu juga dengan perbedaan-perbedaan aliran dan denominasi dalam gereja
Tuhan haruslah dipahami sebagai bagian dalam karya Allah yang bertujuan untuk
menjangkau dunia yang bersifat majemuk, luas, dan beranekaragam. Denominasi dan
tata ibadah boleh berbeda, tetapi gereja Tuhan adalah satu karena iman di dalam
Yesus Kristus, karena itu kesatuan gereja Tuhan dimaksudkan sebagai keterbukaan
setiap orang percaya untuk saling melayani satu dengan yang lain, dengan tujuan
gereja menjadi saksi di tengah-tengah dunia, sehingga dunia menjadi percaya
bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.


Salah satu kerinduan Tuhan agar gereja Tuhan menjadi satu diungkapkanNya
dalam Yohanes 17:20-21, “Dan bukan untuk mereka saja Aku berdoa, tetapi juga
untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka
menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam
Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah
yang telah mengutus Aku.”